100 Puisi Pendek untuk Ibu : Sungguh Menyentuh Hati

Puisi Pendek untuk Ibu : Sungguh Menyentuh hati - Halo sobat Puisiana, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah Puisi.dengan tema Ibu. Selamat memperingati Hari Ibu. Semoga ibumu dan ibuku menjadi besan :)

Puisi Pendek untuk Ibu

Sesuai dengan budaya atau tradisi yang ada di Indonesia, biasanya disaat hari ibu maka seorang anak akan memberikan sebuah surprise kepada ibunya, entah itu berupa memberikan sebuah kue, hadiah pakaian, atau sebuah foto di masa kecil dulu saat di peluk oleh ibunya.

Nah, untuk memeriahkan hari ibu, maka saya akan berbagi sebuah puisi dengan tema ibu yang sangat menyentuh hati kalian. Bagi yang sudah tidak sabar lagi, maka langsung saja di simak kumpulan puisi ibu dibawah ini! :)

Puisi Pendek untuk Ibu : Sungguh Menyentuh Hati


Puisi Kemuliaan Sang Ibu


Terdiam sejenak dalam renungan..

Kala bayang wajahmu datang menyapa..

Waktupun berputar kebelakang

membuka memori kenangan kecilku


Tetesan keringat dan air mata

berjuang melawan maut..

Demi kehadiran sang buah hati

Mendengar tangisan pertamaku

jadi kebahagian tak ternilai bagimu


Saat ku mulai belajar berjalan

kau dengan setia menjaga ku..

Ku mulai belajar bicara

engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata..


Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama..

Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu..


Bekerja tanpa mengenal kata lelah

Tidur tanpa mengenal kata lelap

Terjaga dalam gelapnya langit subuh

Demi mencari sesuap nasi untuk ku..


Tapi, balasan apa yang ku beri..

Hanya goresan luka dan air mata..

Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun..


Slalu kau sebut namaku dalam setiap doamu..

Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya

Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu..


Pepatah berkata..

surga dibawah telapak kaki ibu¡

Izinkanlah daku mencium surga itu

ibu..



Dosaku Ibu


Berbagai macam rasa kesalku hadir karena larangan darimu

amarahku menggebu-gebu dibuai bisikan-bisikan busuk yang ku izinkan

masuk dalam otak mendorong dan menaklukkan dinding emosiku

tidak kupandang wajahmu ketika itu...


aku lontarkan kata dan sumpah serapah

Aku tantang matamu yang sayu

menyalahkan dirimu...

Kau hanya diam dan terpaku Ibu..


sabar, walau hatimu perih

bagai diserang sejuta belati menusuk hati

sampai aku puas dan lelah.

Engkau hanya tersenyum

lalu beranjak pergi


Ibu.... aku terhenyak dan sadar dari sikap busuk..

bahwa tiada pantas sedikit pun aku berbuat seperti itu.

Celakalah bagiku. Maafkan aku Ibu maafkan aku..

Marahi aku Ibu..

Aku mencintaimu Ibu..



Setetes Air Mata


Setetes air mata seorang ibu

gejola hati yang seakan akan ingin menjerit

air mata terus mengair

membasahi kedua pipinya

yang sangat lembut


Dimalam yang sunyi gelap gurita

kedinginan yang merada ditubuhnya

hati yang terluka terhanyut dalam kesedihan

seorang ibu terus

meneteskan air mata

dan ia mulai bertanya


kepada seorang anak

ia mulai mengucapkan

kata kata dengan lisan

mulutnya seakan akan ingin marah

penderitaan yang dirasakan


Ia mulai berbaring

dan meneskan air mata

apa yang ia rasakan

dan mulai merenung dan diam

tanpa kata kata


Setetes air mataoleh Hanim Fatmawati

Madiun


Ibu Malaikatku

Ibu…

Disini kutulis cerita tentangmu

Nafas yang tak pernah terjerat dusta

Tekad yang tak koyak oleh masa

Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu…

Tanpa lelah kau layani kami

Dengan segenap rasa bangga dihati

Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu

Kau terus berjalan diantara duri-duri

Ibu…

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu..

Kau lah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapanpun itu..

Aku akan tetap mencintaimu..


Ibu, malaikatkuoleh Mosdalifah

Sepudi, Sumenep



Dalam Cahaya

Oleh Romadona


Dia wanita bernama cahaya

Hatinya memancar

Tergurat dalam doa-doa

Tangan Kecilnya mengantar kami

di gerbang cahaya


Dia berjalan dengan cinta

Dia berjalan menerjang luka

Bahkan dia menempuh tanpa

batas rasa


Dia-lah Ibu dari segala cahaya

Ibu dari semua luka kami

Ibu dari Jejak yang terukir

dalam tinta sejarah


#Bunda Dalam Cahaya

#Untuk Bunda-ku dan Bunda-Bunda Terhebat yang kalian miliki



Tangisan Air Mata Bunda

Oleh Monika Sebentina


Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu

Derita siang dan malam menimpamu

tak sedetik pun menghentikan caramu

Untuk bisa memberi harapan baru bagiku


Seonggok cacian selalu menghampirimu

secerah hinaan tak perduli bagimu

selalu kau teruskan cara untuk masa depanku

mencari harapan baru kembali bagi anakmu


Bukan setumpuk Emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesanku

bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku

bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku

tapi permohonan hatimu membahagiakan aku


Dan yang selalu kau berkata terhadapku

Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu

aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hati ku.



Kehebatanmu Ibu

oleh Rifka Nurul Aulia


Ketika ku tak bisa berjalan

Ketika ku tidak bisa berbicara

Manusia pertama kali yang menemanimu adalah ibu

Yang selalu tersedia saat kau Sedih, senang dan susah

ketika anda mulai membesar


Kau bisa sadar hidup

Betapa sulitnya pernah pas ibumu melahirkanmu

Keringat bercucuran mulai jatuh

Dan saat ibumu melahirkanmu, ayahmu selalu menemani Ibu

Dan ayahmu berkata “Yang kuat “


Bayangkan dan bayangkan saat ini kau tumbuh menjadi makhluk normal

Masih banyak seorang ibu yang inginkan melahirkan anaknya normal

Tapi tersedia seorang ibu yang perlu mendapat kan ujian anak yang tidak normal


Sebagai manusia sosial kita perlu saling bantu dan tolong menolong

Maka,Kita perlu berterimakasih ke Ibu sebab 9 bulan dia mengandung

Tiada lelah yang dirasakannya


Maka saat ini kita perlu balas budi kepada ibu

Ibu I love you

You are my everything

because you’re forever in my heart mother.

Thank you Allah and Thanks Mother

Selamanya kau selau di hatiku



Jiwa Terindah

Oleh Dudy


Terlihat senyum tulusmu

Terasa doamu yang tak pernah henti

Tercipta kasih sayang tulusmu

Tak akan tergantikan


Wahai kau wanita terhebat

Kaulah segalanya untukku

Di saat ku bahagia

Air mata kebahagiaan terpancar bersinar

Di saat ku sedih


Air mata doamu tiada pernah berhenti

Tiada pernah mengeluh

Tiada pernah kecewa

Tiada pernah lelah


Jiwamu sungguh indah

Akan selalu ku ingat

Cerita ini akan selalu ku kenang

Engkau selalu ku doakan sepanjang hidupku

wahai kau wanita terhebat, IBU



Setitik Kebahagiaan


Aku dilahirkan dengan penuh perjuangan..

Di besarkan dengan seluruh kasih sayang…

Di didik dengan cinta dan kelembutan…

Di cintai oleh semua orang…


Sebelum semua pergi..

Sebelum semua sirna..

Sebelum semuanya berpulang..

Sebelum tinggalah kenangan..


Aku ingin mengucapkan terimakasih..

Menunjukkan rasa sayang..

Memberikan sesuatu hal.. untuk ibuku..

Setitik kebahagiaan..



BOCAH NAKAL

Oleh Angel Heart


Ku tatap wajahmu di keremangan malam

Wajah tuamu yang mulai kusam

Kulihat dengan jelas kerut keningmu

Yang dulu tak pernah tampak


Tanganmu yang kuat

Kian lemah seiring usia

Langkah mu yang dulu tegap

Kini rapuh dan membungkuk


Maafkan aku ibu

Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa

Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah

Aku masih menyuguhkanmu cerita duka


Yang kelak akan jadi gurauan manja

Kala aku jadi anakmu yang berguna



UNTUK IBU

Oleh Putra Fana


Ibu…

Maaf jika aku selalu membuatmu sakit selama 9 bulan berada di perutmu

Ibu…

Maaf jika aku selalu menangis saat aku lapar dan haus

Ibu…

Maaf jika aku selalu merepotkanmu disaat aku belajar berjalan

Ibu…

Terima kasih selalu mendengarkan ocehanku saat aku mulai bisa berbicara

Ibu…


Aku kini telah menjadi dewasa

Maaf jika aku tak pernah ada waktu untukmu

Maaf jika aku membuatmu merasa kesepian tanpa perhatian dariku

Aku pun tak pernah bisa membalas semua kasih sayangmu sejak aku di kandunganmu

Sampai akhirnya aku tersadar kau telah tiada


Aku selalu berdoa untukmu ibu

Orang yang selalu mencintaiku dgn tulus

Tak pernah aku menyesal hidup dari rahim mu

Dengan cinta dan kasihmu aku tumbuh dewasa seperti ini


Yaallah, dekatkan selalu dia di sisimu

Yaallah, berilah dia tempat terindah di surgamu

Karna kami sangat mencintainya

Terimakasih kasih ibu untuk cintamu yang tlah kau berikan padaku selama ini


Dari anakmu tercinta

ILOVEYOU IBU


Puisi Seorang Anak Untuk Ibu

Aku berangkat saat ini untuk membantai lawan..

Untuk berjuang di dalam pertempuran..

Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..

Doakanlah sehingga aku berhasil..


Sayapku telah tumbuh, aku inginkan terbang..

Merebut kemenangan di mana pun adanya..

Aku dapat pergi, Bu, janganlah menangis..

Biar kucari jalanku sendiri..


Aku inginkan melihat, menyentuh, dan mendengar..

Meskipun tersedia bahaya, tersedia rasa takut..

Aku dapat tersenyum dan menghapus air mata..

Biar kuutarakan pikiranku..


Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..

Memahat tempatku, menjahit kainku..

Ingatlah, pas aku melayari sungaiku..

Aku mencintaimu, di selama jalanku.



Dalam Sunyi Suaramu Menggelegar


Dalam kesunyian malam

Seringkali aku mendengar

Sayu-sayu engkau lantunkan ayat-ayat suci.


Dalam kesunyian malam

Seringkali aku melihat

Dalam khusu’ engkau berdoa kepada-Nya.


Di dalam sunyi

Suaramu menggelegar

Di langit luas sana,

Menggetarkan.


Itulah doa dari seorang Ibu.



Selalu di Hati


Tak lagi berada di dunia yang sama..

Kita terpisah ruang dan waktu yang berbeda..

Kita tak lagi bisa bertatap muka..

Dan aku hanya bisa menatap dari sebuah foto saja..


Takkan ada yang berubah..

Sejauh apapun engkau pergi, ayah..

Ayah adalah pengukir jiwa kami..

Ayah akan selalu ada di hati kami…


Engkau adalah pahlawan untuk hidup kami..

Engkau adalah cahaya untuk hidup kami

Engkau adalah pelita untuk hidup kami..

Engkau akan selalu ada di hati kami..



Saat ku menutup mata


Saat ku menutup mata bunda

Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air

Saat ku menutup mata bunda

Aku tak ingin hati itu seakan tergores

Saat ku menutup mata bunda

Aku ingin bibir itu tersenyum

Aku tidak ingin engkau terluka


Bunda

Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu

Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku


Bunda

Aku hanya ingin engkau merelakanku

Dan mengantar kan aku pulang ke rumahku dengan senyumm

Saat ku menutup mata bunda

Aku ingin kau tau bahwaku

Menyayangimu

Bahwa aku

Mencintaimu

Aku bahagia bisa jadi anakmu


(Oleh: Fahmi Mohd)



Ibu, malaikatku

Ibu…

Di sini kutulis cerita tentangmu

Nafas yang tak pernah terjerat dusta

Tekad yang tak koyak oleh masa

Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta


Ibu…

Tanpa lelah kau layani kami

Dengan segenap rasa bangga dihati

Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu

Kau terus berjalan diantara duri-duri


Ibu…

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu


Ibu..

Kaulah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapanpun itu..

Aku akan tetap mencintaimu..


(Oleh: Mosdalifah)



 Ibu


Beredar bintang di garisnya

Bulan bercahaya pada lintasnya

Waktu bergulir dalam takdirnya


Aku…

Terlahir dari manusia hebat

Sepertinya…

Merupakan anugerah terbesar Tuhan untukku

Menjadikanku pelipur lara jiwanya


Kau…

Perempuan hebat di jiwa lemahku

Menyayangi tanpa batas

Mendampingi di semua kisahku


Kau…

Perempuan terbaik dalam kerajaanku

Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku


Ibu…

Aku mencintaimu

Terima kasih untuk semua waktu dan lelahmu


Ibu…

Aku mencintaimu.


(Oleh: Yulis Marika)



Jasamu Ibu


Jasamu teramat besar untukku

Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku

Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.


Sampai menjadi abu sekalipun

Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu

Engkau terlalu besar berkorban untukku.


Wahai ibu maafkan aku

Aku berbuat salah

Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku

Aku minta maaf ibu.


Engkau adalah segalanya untukku

Gunung uang tidak akan bisa membelimu

Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.


Ibu jika nanti aku sukses

Aku berjanji akan membahagiakanmu

Tidak akan aku biarkan hidupmu merana

Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.


(Oleh: Rayhandi)



JASA SEORANG IBU

Oleh Patma


Ibu…

kau membimbingku selama satu tahun

kau begitu baik padaku walaupun aku suka marah-marah


Ibu…

kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lain

Ibu…

kau yang pintar, baik, ramah, cantik, dan sopan


Ibu…

kalau aku sebabkan keliru tolong maafkan aku

karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek


Ibu…

kalau aku kembali sedih kau menghibur aku

kalau aku kembali kesal kau menghiburku


Ibu…

terimakasih atas jasa-jasamu jikalau aku

masih sempat bertemu bersama dengan ibu

aku amat inginkan memeluk ibu



IBU

Oleh Msa


Ibu engkau pelita dihidupku

Engkau tak pernah lelah menunggu kehadiranku

Dengan segala beban dan keringat yang membasahi wajahmu

Tiada engkau merasakan pilu


Langkah kecilmu yang selalu engkau tempuh

Walaupun begitu berat terasa di tubuhmu

Engkau terus memperjuangkanku di dalam kandunganmu

Tanpa merasa lelah yang engkau tunjukan diwajamu


Terimakasihku padamu ibu

Engkau telah menunjukan surga untukku

Surga yang hanya ada di telapak kakimu

Dan doa yang engkau haturkan selalu untukku



Untuk Ibuku tercinta

By: Agus Suarsono


Ku ingin,

Menghirup hawa yang kau hirup.

Melangkah,

Di tempatmu melangkah.

Berteduh,

Di tempatmu berteduh.

Dan terlelap di atas pangkuanmu.


Ibu…

Ku cuma inginkan selalu bersamamu.

sepanjang waktuku…



Jasa Seorang Ibu

Oleh Patma


Ibu…

kau membingbingku selama satu tahun

kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah


Ibu….

kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lain

ibu…

kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan


Ibu…

kalau aku sebabkan keliru tolong maafkan aku

karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek


Ibu…

kalau aku kembali sedih kau menghibur aku

kalau aku kembali kesal kau menghiburku


Ibu…

terimakasih atas jasa-jasamu jikalau aku

masih sempat bertemu bersama dengan ibu

aku amat inginkan memeluk ibu


Akhir Kata

Nah, itulah Puisi Pendek untuk Ibu : Sungguh Menyentuh Hati  yang dapat saya sajikan. Semoga dengan adanya kumpulan puisi tentang ibu ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi sobat sema. Cukup sekian yang dapat saya sajikan, sampai jumpa lagi pada ulasan puisi yang lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel