50 Puisi Baper untuk Ungkapkan Cinta pada Kekasih

Contoh Puisi Baper untuk Ungkapkan Cinta pada Kekasih - Sejatinya, puisi adalah karya yang dikenal dengan cirinya yang menggunakan kata-kata indah. Tak mengherankan jika dari puisi-puisi ini kemudian dimusikalisasi dan menjadi beberapa lagu yang mungkin sudah kamu kenal. Sebut saja Derai-Derai Cemara yang dipopulerkan oleh duo Banda Neira, misalnya. Tapi, bagaimana dengan mengungkapkan cinta melalui puisi?

Puisi Baper untuk Kekasih

Puisi Baper untuk Ungkapkan Cinta pada Kekasih

Melalui kata-kata indahnya, puisi seringkali membawa serta perasaan penyairnya. Ini karena puisi lahir dari rahim imajinasi yang tak terlepas dari apa-apa yang melekat dari penyairnya. Mulai dari pandangan hidup, pemikiran, bahkan perasaannya. Sehingga tak mengherankan jika banyak orang, tidak hanya orang dewasa tapi juga kaum remaja ungkapkan cinta melalui puisi yang dibuatnya.

Kumpulan Puisi Baper untuk Mengungkapkan Cinta

Masalahnya, merangkai kata-kata menjadi puisi yang romantis bukan hal yang mudah. Terlebih ketika mengetahui bahwa puisi cinta tersebut ditujukan untuk orang yang terkasih. Karena itu, untuk membuatnya, pemuisi harus lebih dulu membaca kumpulan puisi baper supaya miliki banyak diksi menarik. Nah, di bawah ini telah terangkum beberapa puisi yang bisa digunakan sebagai referensi.


[1] Mengunjungi Masa Depan dari Matamu

Oleh Saini Mare


Setiap detikku adalah pencarian, Kekasih

Mencari detakmu, dari setiap napas yang kuembuskan

Dari segala pandangan dan susuran mata;

Tujuanku hanyalah menemukanmu dari kekosongan


Setiap hari kutunggu cintaku kausebut, Kekasih

Bersama doa-doa ibuku, bersama doa-doa para leluhurku

Bunga-bunga dalam jiwaku mekar seketika kaupanggil namaku


Menatapmu sama halnya mengunjungi masa depan, Kekasih

Yang tergambar jelas, meski di kejauhan

Semesta memberkati kisah kasih kita, Kasihku

Tidakkah kau ingin merangkul dan mendamaikan geloraku?


Hanya angin yang bisa membesarkan api, Kekasih

Sudah saatnya kaupilih ‘tuk padamkan atau kian besarkan apiku

Wahai dikau, yang dari matamu kulihat masa depanku.


[2] Tunggangi Waktu Menunggu Pasti

Oleh: Saini Mare


Setiap waktuku adalah penantian, Kekasih

Menunggu dengan harap kaulah yang dijanjikan

Oleh Yang Mahakuasa sebagai pelengkapku yang hilang


Kau adalah cahaya terang, Kekasih

Sesuatu yang dicari oleh orang yang tenggelam dalam kegelapan

Merengkuhmu menjadi jalan menuju keabdian yang mendamaikan

Hingga menyenangkan, menyiksa diri hanya untuk menungguimu

Menunggui kepastian, menunggangi waktu hanya untuk kesiapan

Perihal terang, atau gelap yang kini akan dikorbankan


[3] Untukmu yang Masih Menjadi Bintang di Hati

Oleh: Saini Mare


Aku telah melampauihi banyak kesepian Kekasih

Hanya untuk mendengar kabarmu dari kejauhan

Aku telah melampauhi banyak kesakitan, Kekasih

Hanya untuk melihat senyummu dari kejauhan

Aku telah melampuahi banyak penderitaan, Kekasih

Setelah kini kutahu artinya penolakan.

 

[4] Menempa Hati Memantaskan Diri

Oleh: Saini Mare


Kegirangan betul ketika kita semeja, Kekasih

Melihat senyummu bukan dari kejauhan

Bisa membaui napasmu sedekat ini

Tapi dari kopiku, kutahui kau bukan lagi milik


Diri sadar betul

Kau ini bagaikan Baginda Sri Rama

Punya apa diri ini mengaku kau adalah milikku

Mengimpikan senyum, napas, dan baumu dalam dekap


[5] Senja yang Tidak Merah

Oleh: Saini Mare


Senja kali ini tidak merah, Kekasih

Tak ada burung-burung gereja

Yang ada hanya angin dan rinai

Menetes;

Di bawah gumpalan awan kelabu di atas sana


Seperti diriku kini, Kekasih

Yang kesana ke mari menanya meminta satu jawab

Sudikah bumi meredam gelora yang dibuat sendiri

Tumbuh dan kembang, lalu jatuh dan hilang

Bak rasa kasih yang tiba-tiba ada, lalu hilang

Tak tahu ke mana


Senja kali ini tidak merah, Kekasih

Yang kudengar kini hanya rintik yang serupa tangis

Seperti tangis perempuan yang sesekali ada

Lalu redam ditempa gerimis yang kian lebat menjadi badai


Banyak cara bisa digunakan untuk mengungkapkan cinta. Menyanyikan lagu favorit, memberi buku dari penulis paling disenanginya, berkirim salam lewat siaran radio, bahkan membuatkan puisi baper. Ini kembali pada kecenderungan masing-masing orang. Oleh karena itulah, lebih baik jika kamu kenali kesukaannya sebelum berikan hadiah istimewa. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel