50 Contoh Puisi Pendidikan Tentang Moral untuk Generasi Berkeadaban

Puisi Pendidikan Sekolah Tentang Moral untuk Generasi Berkeadaban- Memperoleh pendidikan adalah hak yang dimiliki oleh setiap individu di suatu negara. Tidak terkecuali di negara Indonesia. Inilah yang menjadikan warga negara dibebankan dengan adanya wajib belajar 12 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas hukumnya adalah wajib.

Puisi Pendidikan Tentang Moral

Puisi Pendidikan Tentang Moral untuk Generasi Berkeadaban

Untuk mendukung program wajib belajar tersebut, sebenarnya sudah ada tunjangan beasiswa dan bantuan untuk siswa yang tidak mampu. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan jika tetap saja penyebarannya bantuan ini tidak merata. Sehingga pendidikan yang hakikatnya adalah hak setiap warga negara ini tidak pernah lepas dari kata “mahal”.

Contoh Puisi Pendidikan untuk Generasi Bangsa

Selain untuk mengungkapkan perasaan, puaisi kadang kala juga digunakan untuk sampaikan aspirasi maupun kritik. Tak terkecuali, di kondisi yang mana meskipun pendidikan adalah hak, ia tak juga menjadi jaminan akan didapat seluruh anak bangsa. Tentunya hal tersebut adalah kecacatan tersendiri yang dikandung oleh negeri yang miliki idealisme tinggi ini. Nah, berikut adalah contoh puisi pendidikan untuk generasi yang lebih bermartabat.


[1] Kami Ingin Sekolah, Pak Mentri

Oleh Saini Mare


Kami ingin sekolah, Pak Mentri

Tapi tidak bisa karena kami tidak punya seragam

Kami ingin sekolah, Pak Mentri

Tapi tidak bisa karena taknpunyai uang untuk bayar spp bulanan

Kami ingin sekolah, Pak Mentri

Tapi kami tak bisa karena kami tak punyai sepatu hitam untuk upacara bendera



[2] Budi Pekerti

Oleh Saini Mare


Kata Bapak, kami harus sekolah supaya tidak bodoh

Kata Bapak lagi, kami harus sekolah supaya mudah cari uang

Tapi yang kami lihat, bapak susah-susah cari uang supaya kami sekolah

Dan yang kami lihat lagi, bapak sudah-susah cari uang supaya kami tidak bodoh


Pendidikan bukan lagi milik semua orang, Bapak

Hanya mereka yang punya uanglah yang bisa membeli ilmu pengetahuan

Tapi sekolah yang seolah perusahaan itu memersilakan kami mencicipi, Pak

Cicipi pengetahuan yang ditinggalkan leluhur-leluhur kami

Budi Pekerti; yang menguasainya bukan dari sekolah-sekolah

Tapi dari semua orang

Tidak presiden, menteri, hinggapedagang kopi di pinggir-pinggir jalanan

Kata Pak Tua yang kutemui, ini adalah sebenar-benarnya ilmu pengetahuan, Pak


[3] Pendidikan yang Membahagiakan

Oleh Saini Mare


Sejatinya pendidikan adalah yang mencerdaskan

Berikan pemahaman bagi kami yang tuna ilmu pengetahuan

Bukan berikan beban moril bagi kami yang ingin dilembagakan


Sejatinya pendidikan adalah yang membahagiakan

Berikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang lapar ilmu pengetahuan

Bukan berikan paksaan bagi kami yang ingin mencari arti kehidupan


Sejatinya pendidikan adalah yang memanusiakan

Berikan pandangan positif untuk manusia yang peduli manusia lainnya

Bukan mengelompokkan manusia untuk saling memusuhi kelompok lainnya


Sejatinya pendidikan adalah yang menunjukkan jalan

Mengentaskan kebodohan dengan jalan orang-orang beriman

Yang baik budinya, yang mulia sikapnya, yangbisa digugu tuturan-tuturannya


Sejatinya pendidikan adalah milik semua orang

Yang hidup di suatu negeri atas dasar kemanusiaan

Dan sebaik-baiknya pengetahuan adalah yang saling dibagikan

Sebab ini adalah kewajiban bagi orang-orang yang pernah mengenyam pendidikan


Itulah dari beberapa puisi pendidikan yang bisa dijadikan sebagai ungkapan kekecewaan pada sistem pendidikan saat ini. Sebab kenyataannya, tidak sedikit sekolah hanya menerima murid pandai dari penjaringan maupun zonasi. Meski kondisi tersebut pun tak bisa disama-ratakan di semua jenjang pendidikan di semua provinsi, tapi lebih kurang seperti inilah wajah pendidikan di negeri ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel